Banda Aceh, RUBRIKA – Dinas Kesehatan Aceh membuka gerai imunisasi bagi anak dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022. Anak-anak usia 1 sampai 5 tahun diharapkan mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap.

Advertisement

Kegiatan imunisasi Dinkes Aceh ini didukung oleh UNICEF bersama Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA) yang menjadi mitra pelaksana. Peringatan HAN 2022 di Aceh, dipusatkan di Taman Gunomgan, Banda Aceh (Minggu (7/8/2022).

Direktur YDUA, Nurjannah Husien, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengedukasi masyarakat khususnya para orang tua mengenai pentingnya pemberian imunisasi lengkap bagi anak.

“Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini telah berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi dasar pada anak, padahal imunisasi merupakan salah satu hak anak yang harus diberikan berkaitan dengan pemenuhan hak kesehatan berdasarkan Konvensi Hak Anak,” kata perempuan yang akrab disapa Nuu Husien.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr.Hanif yang mengunjungi gerai imunisasi mengatakan, imunisasi dasar pada anak diberikan untuk bayi usia 0-18 bulan meliputi imunisasi HBO untuk mencegah hepatitis B dan kanker hati diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 24 jam; imunisasi BCG dan Polio 1 untuk mencegah tuberkulosis dan polio diberikan pada bayi usia satu bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 2 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b, dan polio untuk bayi usia dua bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 3 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b, dan polio untuk bayi usia tiga bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, polio 4, dan IPV untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, influenza tipe b, dan polio diberikan untuk bayi usia empat bulan; dan imunisasi campak dan rubella untuk mencegah penyakit campak dan rubella diberikan kepada bayi usia sembilan bulan.

Selanjutnya ada imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak usia 12-14) bulan berupa imunisasi DPT, HB, Hib, campak, dan rubela. Seorang anak dinyatakan sudah diimunisasi dasar lengkap apabila sudah mendapatkan semua imunisasi tersebut sesuai dengan jadwal.

Terkait dengan pelayanan imunisasi yang terdapat di stan YDUA hari ini kata Nuu, salah satu upaya untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

“BIAN ini adalah bulan pemberian imunisasi tambahan campak dan rubela serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-HB-Hib yang terlewatkan karena kondisi pandemi selama ini,” kata Nuu.

Pemberian imunisasi yang digiatkan melalui BIAN untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat penyakit campak, rubela, polio, pneumonia atau radang paru, meningitis atau radang selaput otak, pertusis atau batuk rejan, dan hepatitis B.

Dalam kegiatan ini dinas kesehatan Kota Banda Aceh yang menurunkan tim Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh. Dokter Novi Yuliana selaku Koordinator Imunisasi Puskesmas Jaya Baru yang bertugas di stan UNICEF dan mitra menjelaskan, di stan tersebut pihaknya melayani imunisasi anak dan vaksinasi Covid-19 kepada orang dewasa. Sebelum memberikan imunisasi pada anak, terlebih dahulu akan diskrining seperti mengecek kesehatan anak secara umum.

“Kalau untuk imunisasi anak ketika skrining paling kita tanya apakah sedang demam atau sedang batuk pilek, kalau tidak bisa langsung disuntikkan imunisasinya,” ujarnya.

Novi menjelaskan, selama dua tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Jaya Baru, tingkat partisipasi orang tua yang membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi sangat menurun. Banyak orang tua berpikir pemberian imunisasi kepada anak sama dengan vaksinasi Covid-19 sehingga membuat mereka menjadi waswas.

“Kalau kita lihat dari capaian imunisasinya dalam dua tahun ini jauh menurun, makanya keluarlah BIAN untuk mengejar kembali yang ketinggalan selama pandemi, jadi sampai usia lima tahun masih bisa dikejar untuk pemberian imunisasi dasar ini,” katanya.

Dampak dari menurunnya cakupan imunisasi pada anak ini kata Novi, telah menyebabkan munculnya penyakit campak dan diketahui di setiap kecamatan di Banda Aceh ditemukan kasusnya sehingga menjadi kasus luar biasa.

Peringatan HAN 2022 tersebut dimeriahkan dengan aneka kegiatan di stan-stan dari berbagai instansi dan komunitas, di antaranya BKKBN, Unicef dan mitra, Forum Anak Tanah Rencong. Kegiatan ini dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki, dan istri, Ayu Marzuki. Usai bincang-bincang santai yang dipandu langsung oleh perwakilan Anak, Marzuki dan Ayu berkeliling stan dan berinteraksi langsung dengan sejumlah anak di setiap stan. Di stan bersama UNICEF dan mitra, Ayu Marzuki berkesempatan berfoto dengan anak-anak penyintas talasemia dan mendapatkan penjelasan dari Direktur YDUA tentang penyakit tersebut.[]

Previous articleDisdik MoU dengan BPMA, FPA : Bukti Alhudri Kerja Nyata
Next articlePenyintas Thalasemia Mengetuk Pintu Hati: Kami Tidak Akan Kuat Tanpa Darah Kalian

Leave a Reply