Banda Aceh, RUBRIKA — Rencana UEA mengembangkan proyek pariwisata di Singkil, Aceh juga diwartakan Arab News dan Al Arabiya English, yang ikut dikutip oleh media MalaysiaNow.

Advertisement

Kedua media Adab itu ikut menekankan bahwa Aceh, provinsi semi-otonom di ujung barat laut Pulau Sumatera, merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang mayoritas Muslim yang memberlakukan Syariah.

“Saya kira dalam waktu dua bulan, kita bisa melihat progres proyek ini di kawasan Singkil, ” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi bersama dengan Al-Mazroui.

Mazroui adalah pejabat pemerintah tingkat tinggi pertama dari UEA yang mengunjungi Indonesia sejak penandatanganan perjanjian koridor perjalanan aman bilateral pada Juli tahun lalu.

Ia dan anggota delegasinya berada di Indonesia untuk menghadiri rangkaian acara Indonesia-Emirati Amazing Week yang diadakan di Jakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya pada 1-8 Maret 2021.

Menanggapi pertanyaan awak media, Al-Mazroui mengatakan bahwa beberapa pulau di lepas pantai utama Aceh telah diidentifikasi untuk resor tersebut.

“Mudah-mudahan tim bisa finalisasi dan selanjutnya kita lanjut ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan kesepakatan yang pasti, ”ujarnya.

Perjanjian proyek tersebut ditandatangani oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Amine Abide, direktur eksekutif Murban Energy, sebuah perusahaan UEA yang portofolio investasinya mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat. Dia mengatakan Abide telah mengunjungi sembilan pulau di Kabupaten Aceh Singkil yang masuk dalam daftar proyek.[]

Leave a Reply