JAKARTA: Presiden Indonesia Joko Widodo menawarkan miliarder Elon Musk untuk menggunakan tempat peluncuran roket yang direncanakan dibangun Indonesia di provinsi terpencil Papua untuk usaha SpaceX-nya.

Advertisement

Presiden Indonesia, yang dikenal sebagai Jokowi, melakukan percakapan telepon dengan Musk pada hari Jumat (11 Desember) untuk membahas kemungkinan kemitraan dengan perusahaan kendaraan listrik milik miliarder Tesla tersebut.

“Presiden Joko Widodo juga mengundang (Mr Musk) untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai landasan peluncuran SpaceX,” pernyataan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia saat ini sedang membangun situs peluncuran roket pertama di Pulau Biak di provinsi paling timur Papua. Situs yang akan digunakan untuk meluncurkan roket antariksa tak berawak berukuran kecil itu diharapkan selesai pada 2024.

SpaceX, yang didirikan oleh Mr Musk, saat ini meluncurkan roketnya dari empat fasilitas peluncuran roket AS.

Indonesia, rumah bagi deposit besar tembaga, nikel dan timah, sudah melakukan pembicaraan dengan Tesla tentang kemungkinan kemitraan baterai listrik.

Nikel adalah komponen kunci dalam baterai lithium-ion yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan listrik.

Bulan lalu, Jokowi mengirim salah satu anggota kabinet paling seniornya, Menteri Urusan Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Musk dan investor Amerika lainnya.

Pertemuan dengan Musk dibatalkan setelah miliarder itu dinyatakan positif COVID-19. Sekarang Mr Musk telah pulih dari penyakit itu.

Menurut pernyataan kementerian, setelah percakapan telepon dengan Jokowi pada hari Jumat, Musk setuju untuk mengirim tim ke Indonesia pada bulan Januari untuk melihat peluang investasi.

Indonesia memiliki tujuan untuk menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia dan berharap untuk beralih dari mengekspor bahan kimia dan mineral ke produsen baterai di negara lain untuk memproduksi unit baterai.

Negara ini juga memberikan insentif kepada pembuat mobil asing yang ingin memproduksi kendaraan listriknya di Indonesia.

sumber: channelnewsasia.com

Previous articleArsenal berhasil menyelesaikan Grup B Liga Europa dengan rekor 100% setelah menaklukan Dundalk 2-4
Next articleFPI (Jadi) Dibubarkan, Kesalahan Fatal Habib Riziek…

Leave a Reply