Kala Covid-19 mendorong Malaysia mengambil langkah lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan, perlindungan WNI di luar negeri menjadi topik perhatian, termasuk oleh Pemerintah Aceh.

Advertisement

Karena itu, saat Pemerintah Aceh diharapkan dapat membantu sembako kepada masyarakat Aceh di Malaysia sebagaimana disampaikan melalui Seruan Bersama oleh 25 orang tokoh Aceh pada 23 April 2020, Pemerintah Aceh langsung menyurati pihak BNPB dan Menteri Luar Negeri, dengan harapan pihak KBRI Malaysia berkenan membantu menyalurkan bantuan karena pihak Malaysia sudah melakukan lockdown.

Surat bertanggal 27 April 2020 dari Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh itu tentu dimaksudkan untuk menghormati peran perlindungan WNI oleh negara melalui perwakilan RI di luar negeri, termasuk kala WNI berada dalam keadaan bahaya yang dapat membawa ancaman bagi keselamatan umum seperti Covid-19 saat ini sebagaimana ditegaskan dalam UU 39/1999.

Surat itu juga sebentuk penjajakan bantuan daerah jika sekiranya diperlukan dan dibenarkan apalagi pada saat itu komitmen memberi bantuan marak disampaikan sehingga terhindar dari kemungkinan double bantuan terkait Covid-19. Surat itu juga sekaligus bersifat dorongan agar pihak Gugus Tugas Covid-19 Pusat semakin menaruh perhatian kepada WNI asal Aceh yang bila tidak tercover maka Pemerintah Aceh siap membantu dengan APBA.

Sebagaimana diketahui, sebelum tokoh Aceh di Malaysia menyampaikan Seruan Bersama, Menteri Retno sejak Maret 2020 sudah menegaskan soal perlindungan WNI di luar negeri sehubungan dengan Covid-19, termasuk penyaluran bantuan sembako dan juga pemulangan Pekerja Migran Indonesia, termasuk WNI yang ada di Malaysia.

Pada Mei 2020 bahkan Menteri Retno menegaskan ulang bahwa bantuan logistik hingga sembako juga diberikan kepada WNI atau Pekerja Migran Indonesia yang tidak mengantongi dokumen sah di Malaysia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga menegaskan akan melindungi setiap warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Kemlu mengaku tak tebang pilih dalam memberikan perlindungan bantuan ke seluruh WNI dan pekerja migran, termasuk kepada mereka dengan status undocumented.

Sebelumnya, melalui Siaran Pers Kementerian Luar Negeri (30/3) juga diketahui bahwa penyaluran bantuan juga dilakukan dengan berkerjasama dengan organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia. Tentu saja diharapkan di sana organisasi yang mewadahi warga asal Aceh juga hadir, apalagi ada warga asal Aceh yang pernah mendapat gelar Datuk dan beberapa tokoh Aceh dikabarkan memiliki komunikasi yang akrab dengan pihak KBRI di Malaysia.

Kehadiran Negara melalui perwakilan RI di luar negeri, termasuk dengan keberadaan Badan Perlindungan Pekerja Mingran Indonesia hasil bentukan Presiden melalui Perpres 90/2019 semakin menguatkan kepercayaan bahwa WNI asal Aceh di luar negeri, termasuk yang ada di Malaysia akan mendapatkan perlindungan di masa wabah penyakit oleh virus corona melanda dunia sehingga perhatian Pemerintah Aceh dapat dicurahkan sepenuhnya di Aceh.

Apa peran kita semua mengatasi masa sulit pandemi virus corona ini?! []

Previous articleAtok Oh Atok (Bagian I)
Next articleAtok Oh Atok (Bagian III)

Leave a Reply