Banda Aceh, RUBRIKA — Ulama Kharismatik Aceh Teungku Hasanoel Bashry atau yang akrab dipanggil Abu Mudi menegaskan bahwa Virus Corona atau Covid-19 bukan rekayasa dan karena itu jangan anggap remeh.

Advertisement

“Wabah Covid-19 ini nyata adanya, apa yang saya alami sejak hari pertama bukan rekayasa,” kata Abu Mudi melalui video berdurasi 3 menit 9 detik, yang tayang di youtube Mudi TV, Sabtu (1/8).

Dijelaskan oleh pimpinan dayah di Bireuen itu, mengutip penjelasan dokter, dirinya mengalami gejala lemah, pusing, dan berkurangnya nafsu makan yang disebutnya sebagai salah satu dari gejala yang mengarah kepada COVID-19 pada penderita diabetes sepertinya.

Menurut Abu Mudi, jika menurut pemeriksaan dokter dinyatakan positif Covid-19 maka harus mengikuti anjuran dokter.

“Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan, ataupun mencari-cari pembenaran, hal demikian akan mengganggu kinerja dokter dan pemerintah dalam menekan angka penularan wabah ini,” ujarnya.

Abu Mudi berterima kasih kepada pemerintah dan dokter serta petugas kesehatan lainnya yang telah merawatnya hingga sembuh.

Abu Mudi juga berpesan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Saya berpesan pandemi ini jangan dianggap remeh, protokol kesehatan jangan diabaikan, semuanya demi kemaslahatan kita semuanya,” tambah Abu Mudi.

Seperti diketahui, Abu Mudi dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (22/7) lalu. Abu Mudi lalu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh selama sembilan hari. Abu lalu dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Jumat (31/7). []

Leave a Reply