Blangpidie, RUBRIKA.ID – Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadyah Aceh Barat Daya, Ridwan Adami, mengakui bahwa periode jabatannya belum berahir. Namun, dirinya memilih mengundurkan diri lantaran faktor usia.

Advertisement

Hal itu disampaikan Ridwan Adami dalam acara serah terima jabatan Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, antara dirinya dengan Afdhal Jihat, di aula kampus setempat, Kamis (11/6/2020) lalu.

Pergantian antar waktu ketua STKIP Muhammadiyah Abdya periode 2018-2022 itu tertuang dalam surat keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tanggal 8 Mai 2020 yang dibacakan oleh Irwansyah.

“Ini semua atas permintaan saya yang meminta agar diganti. Ini memang perlu disampaikan sehingga tidak timbul beragam penafsiran,” ujar Ridwan Adami dalam acara tersebut.

Dia mengatakan kompetensi manusia ada batasnya dan tidak bisa dipaksakan. Demikian pula kualifikasi seseorang, menurutnya tidak bisa dipakai sepanjang masa.

“Usia saya sudah senja, jika dipaksakan justru akan terjadi hal yang tidak baik. Sadar akan hal itu, saya minta mundur dan saya bangga karena digantikan oleh kader muda,” tambah Ridwan Adami.

Sementara Afdhal Jihat dalam sambutannya selaku Ketua STKIP Abdya mengharapkan kerjasama yang berbasis kinerja untuk kemajuan kedepan. Menurutnya keberhasilan tak akan tercapai tanpa kolaborasi atau kerjasama yang berbasis kinerja.[]

Previous articlePemerintah Diminta Bersikap Soal Nasib Warga Aceh di Malaysia
Next articleMenyoal Tapal Batas Aceh

Leave a Reply