Banda Aceh, RUBRIKA — Bazla bulan depan baru genap setahun usianya. Tapi karena thalassemia, bayi dari Banda Aceh ini harus menjalani transfusi darah sebulan sekali, seumur hidupnya.

Advertisement

Bazla bukan satu-satunya yang bergantung hidup dengan donor darah orang lain. Anak dampingan Darah untuk Aceh ini juga senasib dengan penyandang thalassemia lainnya, seperti Ilham Alfaiza (20) asal Piyeung Montasik, Aceh Besar yang berada dalam dampingan Rumah Kita.

Thalassemia adalah suatu penyakit kelainan darah yang diturunkan oleh kedua orang tua dan bersifat genetika. Ditandai dengan gangguan pembentukan hemoglobin, sel darah merah mereka dihancurkan lebih cepat, sehingga mereka mengalami anemia.

Sama dengan Bazla, Ilham Alfaiza juga membutuhkan donor darah dari orang lain. Menurut Nurjannah Husein, pengelola Rumah Kita, Ilham sempat mengalami inkomtibilitas ABO hingga 13 kantong darah.

“Syukur, berkat transfusi dari kantong darah Pak Nova dan Pak Taqwa, alhamdulillah Alfaiza sudah segar,” kata sosok yang akrab dipanggil Kak Nuu, Jumat (29/5/2020) dua hari usai Plt Gubernur Aceh dan Sekda Aceh mendonorkan darahnya di Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh.

Kak Nuu berharap, aksi donor darah ASN dapat melahirkan gerakan orangtua asuh khususnya untuk pasien thalassemia. “Jadi, sewaktu-waktu diperlukan dapat segera dihubungkan dengan orangtua asuh pasien,” tambah Kak Nuu.

Di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin sendiri, merujuk informasi dari Rumah Kita, tercatat 570 pasien yang semuanya bergantung pada dukungan donasi darah dari semua pihak. Setiap bulannya mereka transfusi darah. Rata-rata mereka berdatangan dari luar Banda Aceh dengan harapan mendapat darah sehat yang berkualitas di rumah sakit plat merah ibukota.

Pelaksana tugas Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah usai melakukan donor darah mengajak semua pihak untuk melakukan donor darah di PMI. “Setetes darah kita adalah kehidupan bagi saudara-saudara kita yang lain,” kata Nova Iriansyah yang didampingi Ketua PMI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqny, Rabu (27/5/2020).

Pandemi Covid-19 memang berdampak bagi menurunnya ketersediaan darah di Aceh. Menurut Ketua PMI Banda Aceh itu, kebutuhan darah setiap hari idealnya berkisar antara 100 – 150 kantong darah atau 4.500 kantong darah semua golongan darah, setiap bulan. Jumlah ini disebutnya untuk melayani 27 rumah sakit dan klinik yang ada di Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya.

Qamaruzzaman menjelaskan, selama pandemi virus corona pihaknya sempat khawatir menipisnya stok darah lantaran banyak warga yang tidak mendonor. Namun kini stok darah sudah aman dan siap untuk membantu klinik dan rumah sakit yang ada di Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya.

Untuk hari ini, Selasa (9/6/2020), lanjut Qamaruzzaman, pihaknya berhasil mengumpulkan 102 kantong darah hasil donor tiga Satuan Kerja Perangkat Aceh, yakni Dinas Pendidikan Dayah, Bappeda dan Katibul Wali (Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe).

“PMI berhasil mengumpulkan 23 kantong darah dari Dinas Pendidikan Dayah, Bappeda 50 kantong dan Katibul Wali 29 Kantong,” kata dia.

Ini disebutnya gebrakan Pemerintah Aceh luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Dulu memang ada donor darah yang dilakukan dinas-dinas, tapi kali ini memang dikontrol detail sama Bapak Plt. Gubernur,” ujar Qamaruzzaman di Banda Aceh, Selasa (9/6/2020).

Qamaruzzaman menjelaskan, sejak aksi donor darah ASN dimulai beberapa hari lalu PMI Kota Banda Aceh sudah berhasil mengumpulkan 817 kantong darah yang siap untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Total kantong darah 817, termasuk di dalamnya 42 kantong darah dari DPRA,” kata Qamaruzzaman, Selasa (9/6) malam.

Untuk itu, atas prakarsa Pemerintah Aceh menggerakkan ASN di semua SKPA untuk melakukan donor darah dirinya PMI menyampaikan terimakasih.

“Kami menyampaikan penghargaan kepada Plt Gubernur Aceh dan Sekda Aceh baik sebagai pendonor rutin maupun atas prakarsa menggerakkan ASN di seluruh SKPA untuk melakukan donor darah, ini sangat berarti bagi pasien khususnya yang bergantung pada transfusi darah,” kata Qamaruzzaman.

Menurut data rencana donor dari ASN yang ada di PMI Banda Aceh, donor darah dari SKPA masih terus berlanjut hingga 17 Juni 2020. “Alhamdulillah, hari ini tembus 800 kantong darah,” kata Qamaruzzaman, Selasa (9/6) malam. []

Previous articleMAN Blangpidie Terima 160 Peserta Didik Baru
Next article1.094 Pelajar Tanah Rencong di Luar Aceh sudah Terima Bansos

Leave a Reply