Blangpidie, RUBRIKA.id – Gelombang air laut pasang yang menghantam kawasan pesisir pantai Aceh Barat Daya mengakibatkan 40 rumah warga ambruk di Gampong Palak Kerambil dan Gampong Panjang Baru di Kecamatan Susoh, Jumat (15/5/2020) pukul 09.20 WIB. Selain rumah warga, abrasi juga mengakibatkan empat kantin dan satu kantor Mukim Palak Kerambil tergerus laut.

Advertisement

Informasi yang diterima dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan terdapat 165 jiwa yang terdampak akibat abrasi pada Jumat pagi tersebut. Sebanyak 42 Kepala Keluarga juga dilaporkan sempat mengungsi ke rumah tetangga dan gedung sekolah setempat.

Salurkan bantuan

Sementara itu, BPBA yang mendapat kabar ini langsung menyalurkan bantuan untuk puluhan warga terdampak. Bantuan tersebut diantar langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Sunawardi yang turut didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBA, Said Asim, Jumat (22/5/2020).

Ikut hadir dalam penyerahan bantuan itu seperti Wakil Bupati Muslizar MT, Kepala BPBK Abdya Amiruddin, dan Ketua DPRK Aceh Barat Daya Nurdianto.

Adapun bantuan yang disalurkan tersebut berupa matras, selimut, lauk pauk, dan perlengkapan makan.

Ketua DPRK Abdya, Nurdianto dalam kesempatan tersebut berharap pemerintah provinsi dapat melanjutkan pembangunan Jety Krueng Cangkoi Palak Kerambil guna mengantisipasi abrasi air laut. Dia juga meminta pemerintah untuk merelokasi Jetty Pantai Jilbab Susoh menjadi break water.

“Selama ini kita terus berupaya melakukan penanganan masalah abrasi di Palak Kerambil semampu kita pemerintah kabupaten, dan masalah abrasi ini sudah menjadi bencana tahunan,” kata Nurdianto.

Nurdianto mengatakan penanganan abrasi di Abdya tidak dapat ditangani menggunakan dana APBK karena turut dianggarkan dalam APBA tahun 2020. Untuk inilah dia berharap Pemerintah Aceh dapat melakukan penanganan sementara terkait kondisi tersebut.

“Penyebab abrasi ini dikarenakan adanya pembangunan Jetty Krueng Cangkoi Palak Kerambil dan Jetty Pantai Jilbab yang menghimpit pemukiman warga, maka kami meminta agar kedua jetty yang memiliki panjang lebih kurang 100 meter itu direlokasikan menjadi break water guna mengatasi persoalan abrasi ini,” ucap Nurdianto.

Di sisi lain, Kalak BPBA Sunawardi mengatakan pihaknya akan menyampaikan persoalan abrasi ini kepada Pemerintah Aceh dan pihak terkait guna mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Dalam kesempatan itu, Sunawardi atas nama Pemerintah Aceh turut meminta maaf kepada seluruh masyarakat Abdya karena terlambat menyalurkan bantuan.

Sunawardi menyebutkan saat ini hampir seluruh wilayah di Aceh ditimpa musibah dan bencana. Parahnya lagi, Aceh juga ikut terpapar virus corona.

Dia mengatakan akan menyampaikan persoalan tentang kondisi pesisir pantai dan harapan masyarakat Abdya tersebut kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. “Sehingga apa yang menjadi harapan kita semua bisa tercapai hendaknya,” kata Sunawardi.[]

Previous articleSempat Kabur Gara-gara Covid-19, Tiga Warga Aceh di Malaysia Menyerahkan Diri
Next articleKrueng Beukah Meluap, Satu Keluarga dan Mobil Double Cabin Hanyut

Leave a Reply