Banda Aceh, RUBRIKA.id – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang dikabarkan kabur usai dinyatakan positif Covid-19, kini telah menyerahkan diri ke petugas yang berwenang. Mereka langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis di Malaysia.

Advertisement

Kabar ini disampaikan Presiden Komunitas Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Haji Mansyur bin Usman, melalui siaran pers Kamis (21/5/2020) malam.

Sebelumnya siaran televisi Malaysia, TV3, menyebutkan empat warga Aceh yang dikonfirmasi positif Covid-19, melarikan diri dari Sepang, Selangor Malaysia, Rabu (20/5/2020). Ke empatnya kabur setelah hasil tes menunjukkan positif Covid-19.

Keempat warga Aceh yang kabur tersebut diketahui bernama Jasman asal Aceh Barat berusia usia 27 tahun, kemudian Afrizal warga Banda Aceh berusia 24 tahun, Juliana Sari (20), dan Faisal (26) asal Lhokseumawe.

Mereka sebelumnya berada dalam satu tempat penampungan bagi pekerja pembuatan badan jalan di Sepang.

Terkait hal ini, Datuk Mansyur mengatakan kesediaan ketiga warga Aceh itu menyerahkan diri merupakan hasil fasilitasi dan pendekatan persuasif yang dilakukan oleh KMAM secara terus menerus, sejak berita mereka melarikan diri tiba-tiba menjadi viral di berbagai media.

“Alhamdulillah pendekatan persuasif yang dilakukan oleh semua pihak baik langsung atau tidak langsung mendapatkan sambutan yang baik dari ketiga warga tersebut yang dengan suka rela menyambut uluran tangan pihak KMAM dalam mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya,” katanya.

Atas fasilitasi yang dilakukan pihak KMAM inilah membuat proses evakuasi tiga warga Aceh ke rumah sakit tersebut berjalan lancar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Pihak KMAM sengaja melakukan pendekatan persuasif tersebut sebagai bentuk tanggung jawab untuk mendukung kebijakan pemerintah setempat dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di Malaysia. Lagipula menyerahkan diri ke tangan petugas merupakan opsi terbaik bagi ketiga warga Aceh itu.

Pendekatan itu juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab KMAM terhadap rakyat Aceh khususnya, dan Indonesia secara umum. Jadi dengan mendapatkan penanganan medis di Malaysia, para WNI tersebut nantinya dapat pulang ke Aceh tanpa lagi sebagai ODP.

Kondisi bertolak belakang justru akan terjadi jika ketiga warga Aceh itu memaksakan diri pulang ke Tanah Air. Hal tersebut juga dapat menimbulkan keresahan bagi warga gampong mereka masing-masing.

“Maka, tidak salah jika pihak KMAM mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang sangat baik yang diberikan oleh ketiga warga yang berasal dari Acheh tersebut,” kata Datuk Mansyur.

Datuk Mansyur turut memaparkan kronologi terdeteksinya covid-19 pada tiga warga Aceh ini. Hal tersebut dilatarbelakangi kebijakan pemerintah Malaysia dalam mencegah penyebaran virus corona di negara mereka.

Pemerintah Malaysia beberapa waktu terakhir telah menerapkan kebijakan agar semua pekerja kontruksi ikut tes Covid-19. Mereka baru diperbolehkan bekerja jika hasil tes adalah negatif.

Untuk memenuhi syarat tersebut, pada 13 Mei 2020, sebuah perusahaan konstruksi pembangunan jalan di Lukut, Port Dickson, Negeri Sembilan menjalankan saringan Covid-19 terhadap 26 pekerja mereka yang tinggal di ‘rumah kongsi’ perusahaan itu. Dari hasil tes itu diketahui satu pekerja dari Indonesia positif terpapar Covid-19. Pekerja itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk menjalani perawatan.

Klinik Kesehatan Sungai Pelek, Sepang, Selangor, kemudian memerintahkan perusahaan kontruksi tersebut untuk memboyong seluruh pekerjanya yang tinggal di rumah kongsi, guna menjalani tes Covid-19. Dari hasil tes itu diketahui ada dua pekerja warga Bangladesh yang positif terpapar Covid-19 sehingga mereka berdua pun dibawa ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk dirawat.

Namun karena rendahnya literasi para pekerja kontruksi itu panik. Mereka kemudian melarikan diri termasuk tiga diantaranya adalah warga Aceh.[]

Previous articleAlhamdulillah, Penderita Covid-19 di Aceh Sembuh Lagi
Next articlePuluhan Rumah Ambruk Akibat Abrasi di Abdya

Leave a Reply