Ilustrasi

Banda Aceh, RUBRIKA.id – Sebanyak 221 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari luar daerah saat ini berada di Aceh. Dari jumlah itu, 151 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan sisanya adalah perempuan.

Advertisement

Data sebaran orang masuk di Aceh ini diperoleh dari sapamudik.id, yang khusus dibuka untuk melacak para pemudik selama Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Virus Corona Disease (Covid-19).

Berdasarkan aplikasi itu diketahui sebanyak 37 orang dari total 221 WNI tersebut menggunakan pintu masuk melalui bandar udara yang ada di Aceh. Sementara 10 orang lainnya menggunakan kapal laut, dan 174 orang masuk melalui transportasi darat seperti bus.

Sebanyak 172 orang dari jumlah total WNI yang datang ke Aceh hingga Selasa (21/4/2020) diketahui berasal dari Aceh. Sementara 49 orang lainnya adalah warga luar Aceh.

Ratusan orang itu masing-masing memiliki tujuan kunjungan ke beberapa daerah kabupaten dan kota di Aceh. Sebanyak 53 orang yang baru datang ini menggunakan angkutan umum ke kabupaten dan kota tujuan, sementara sembilan orang menggunakan mobil pribadi.

Masih berdasarkan data pada aplikasi Sapa Mudik diketahui daerah kunjungan terbanyak orang yang baru datang dari luar Aceh itu adalah Banda Aceh, dengan total mencapai 30 orang. Selanjutnya Bireuen 27 orang, Pidie 24 orang, Aceh Besar 21 orang, Aceh Utara 18 orang, dan Pidie Jaya 13 orang.

Selain itu, sebanyak 10 orang dari luar Aceh yang tercatat pada aplikasi itu juga mengunjungi Aceh Tengah, sembilan orang menuju Aceh Tamiang, dan masing-masing delapan orang ke Aceh Timur, delapan orang ke Sabang, dan delapan WNI lainnya ke Aceh Selatan.

Tujuh orang lainnya tercatat bertandang ke Langsa, dan jumlah yang sama juga mengunjungi Aceh Barat Daya. Sementara enam orang lain menuju Aceh Jaya, lima orang ke Bener Meriah, lima orang lain ke Aceh Barat, dan empat orang ke Nagan Raya.

Selanjutnya tiga orang pemudik dilaporkan menuju Aceh Tenggara, dua orang ke Subulussalam, satu orang ke Aceh Singkil, dan satu orang lainnya ke Gayo Lues.

Melansir situs resmi Dinas Perhubungan Aceh diketahui aplikasi Sapa Mudik akan difokuskan pada wilayah perbatasan dan simpul-simpul transportasi yang merupakan pintu masuk ke wilayah Aceh.

“Data pemudik yang masuk Aceh melalui wilayah perbatasan akan sangat membantu Pemerintah Aceh memperoleh data akurat terkait persebaran pemudik di masa pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, saat melepas tim pemantau aplikasi Sapa Mudik, Senin (20/4/2020) kemarin.

Untuk mengoptimalkan pemudik menggunakan aplikasi ini, Dishub Aceh telah menugaskan 20 personel relawan menempati posko pencegahan Covid-19 di wilayah perbatasan Aceh-Sumut.

Selain itu, pemerintah Aceh bekerjasama dengan Organda juga telah mengimbau pengusaha angkutan umum untuk mewajibkan pengisian data aplikasi masing-masing penumpang mereka.

Sebelumnya Presiden Indonesia Joko Widodo telah melarang masyarakat melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19. Hal senada juga disampaikan Pemerintah Aceh yang berharap agar warga di luar daerah untuk tidak pulang kampung. Jika pun bagi mereka sudah terlanjur mudik, maka para pendatang tersebut dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.[]

Previous articleMasyarakat Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan saat Ibadah Ramadhan
Next articlePemerintah Aceh Larang PNS dan Tenaga Kontrak Mudik Ramadan dan Lebaran

Leave a Reply