Santo Purnama dan Test Kit Sensing Self | Repro

Nama Santo Purnama mendadak ramai diperbincangkan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Dia disebut-sebut mampu membuat alat uji (test kit) untuk mendeteksi Covid-19 secara mandiri. Waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil tes hanya 10 menit. Harganya juga murah, yaitu US$ 10 atau setara Rp160 ribu.

Advertisement

Alat tes pendeteksi virus corona hasil karya Santo Purnama ini tentu menarik minat publik. Terlebih di tengah upaya dunia untuk sembuh dari “serangan” virus corona.

Santo dalam siaran pers pada Rabu (1/4/2020) lalu mengatakan alat tersebut sangat tepat digunakan untuk kondisi saat ini. “Para tenaga medis bisa berfokus merawat pasien dengan gejala menengah-parah, alih-alih menghabiskan waktu untuk mengetes ribuan orang,” kata Santo.

Santo tentu berharap alat tes cepat ini mendapat respon positif dari Pemerintah Indonesia dengan membawanya ke Indonesia. Namun, Santo mengaku pemerintah belum merespons permintaan yang diajukannya selama sebulan lebih itu. Padahal, menurut Santo, Badan Farmasi Eropa telah memberikan persetujuan dalam dua hingga tiga pekan.

Santo dan timnya di Sensing Self saat ini sedang mengembangkan solusi lain, yaitu tes dengan asam nucleat (nucleic acid test). Alat ini dianggap mampu mendeteksi sampai 92% hingga 99%, bahkan pada hari pertama pengguna terpapar virus corona. Demikian ditulis Tirto.id pada edisi 1 April 2020 lalu.

Namun, yang membuat nama Santo belakangan viral di Tanah Air bukan semata-mata disebabkan alat uji tersebut. Santo disebut sebagai salah seorang pengusaha asal Indonesia. Dia seorang keturunan Tionghoa yang pernah sekolah di Purdue University dan Stanford University.

Tentang hal ini, Dahlan Iskan salah seorang tokoh pers Indonesia yang juga pengelola DI’s Way, belakangan berhasil menghubungi Santo yang saat ini tinggal di Silicon Valley, California. Kepada Dahlan, Santo membantah dia menemukan alat tersebut. Menurutnya dia hanya melakukan inovasi agar alat uji tersebut dapat menunjukkan hasil dengan cepat.

Santo kepada Dahlan Iskan membenarkan dia adalah keturunan Tionghoa generasi ke empat. Kakeknya lahir di Aceh. Lalu ayahnya pindah ke Medan. Santo sendiri lahir di Medan, Sumatera Utara dan besar di Jakarta.

Dia merupakan lulusan SMA Bunda Hati Kudus di Jakarta.

Santo Purnama berbisnis bidang alat medis selama di Amerika. Dia tidak sendiri. Ada nama Shripal Gandhi, temannya yang keturunan India, ikut memberikan inovasi kepada alat tes Covid-19 saat wabah ini merajalela. Sementara alat uji cepat itu dilakap dengan Sensing Self.

Saat ini, Sensing Self mendapat minat besar di India. Alat tersebut juga sudah mendapat persetujuan dari Eropa. Menurut Dahlan Iskan cara kerja alat tersebut adalah memberikan sedikit darah orang yang diperiksa di kertas enzim. Kertas tersebut dibungkus plastik untuk keamanan dan diberikan packaging. Kemudian semua hasil akan dikerjakan di Tiongkok.[]

Leave a Reply