Ilustrasi warga menggunakan masker di salah satu warung kopi di Banda Aceh/Foto: Boy Nashruddin Agus

Banda Aceh, RUBRIKA.id – Kasus virus corona atau disebut Corona Virus Disease (Covid)-19 terus menyita perhatian publik. Virus yang awalnya terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China itu belakangan sudah mewabah hingga ke Indonesia.

Advertisement

Alhasil hingga Kamis (12/3/2020) diketahui terdapat 34 pasien suspek corona di seluruh Indonesia. Sementara dari Aceh diketahui terdapat dua kasus pasien suspek corona yang baru saja dilaporkan Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Azharuddin.

Lalu apa itu pengertian suspek dan sejumlah istilah medis dalam kasus virus corona?

Kemunculan corona turut memunculkan beberapa istilah baru dalam dunia medis, di seluruh dunia. Hal ini juga berlaku untuk Indonesia, dan juga Aceh.

Berikut beberapa istilah yang sering muncul dan disampaikan petugas medis atau pihak rumah sakit, misalnya KKP singkatan dari Kantor Kesehatan Pelabuha, PKM singkatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat, PIE singkatan dari Penyakit Infeksi Emerging, ICU singkatan dari Intensive Care Unit, IGD singkatan dari Instalasi Gawat Darurat.

Ada juga sebutan Isolasi Tekanan Negatif yang berarti ruang dimana udara di dalam ruang lebih rendah dibanding udara di luar. Jadi, udara di luar tidak terkontaminasi dengan udara di ruang isolasi. Ruang ini dipakai untuk pasien dengan penyakit menular.

Dalam kasus virus corona sendiri ada beberapa pengertian istilah medis yang beberapa bulan ini dipergunakan dan kerap dibaca dalam pemberitaan.

  • ODP

ODP merupakan akronim dari Orang Dalam Pemantauan. Dalam kasus virus corona, ada beberapa orang yang layak dimasukkan dalam status ODP ini.

Pertama, semua orang yang ada di Indonesia, baik dia seorang WNI maupun WNA. Setiap orang di Indonesia masuk dalam status ODP lantaran WHO telah mencantumkan RI merupakan salah satu negara yang terjangkit corona.

Syarat kedua ODP adalah orang yang sempat berpergian ke negara yang terjangkit virus corona, seperti ke China.

Selanjutnya individu yang sempat melakukan kontak dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona juga masuk dalam status ODP.

Orang-orang yang masuk dalam kategori ODP akan selalu dipantau kondisinya karena ada kemungkinan tertular. Namun, bukan berarti orang-orang ini positif terjangkit corona.

  • PDP

Istilah ini dipakai medis untuk mengkategorikan orang-orang dalam status ODP, tetapi sudah menunjukkan sejumlah gejala-gejala terkena virus. Beberapa gejala itu seperti influenza sedang hingga berat, yaitu batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

Untuk kategori ini, orang tersebut sudah ditetapkan sebagai pasien dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pun demikian, PDP bukan berarti suspek corona.

  • Suspek

Kategori ini merupakan dua kelanjutan dari status di atas. Seseorang masuk dalam kategori ini dikarenakan mengalami gejala yang menyerupai virus corona, semisal batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

Orang yang masuk kategori suspek juga disebabkan karena suhu badan berada di atas 38 derajat. Dia juga pernah berpergian ke negara-negara yang terjangkit virus coron, dan pernah melakukan kontak dengan suspek atau pasien positif virus corona.

Perbedaan antara PDP dengan suspek adalah kontak dengan orang-orang yang diduga menyebarkan virus corona. Seseorang yang telah masuk kategori suspek diharuskan menjalani sejumlah tes spesimen, berupa throat swab. Sementara spesimen yang diambil adalah lendir yang ada di dinding belakang hidung, mulut, dan tenggorokan. Spesimen ini akan teridentifikasi jika seseorang sudah terjangkit virus corona.

  • Confirm

Confirm dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai konfirmasi. Ada dua sisi confirm yang dimaksud dalam kasus virus corona, yaitu positif atau negatif.

Orang yang masuk kategori ini terlebih dahulu ditetapkan sebagai pasien suspek corona dan telah diambil spesimennya.

Bagi mereka yang sudah masuk tahapan confirm positif, maka wajib menjalani perawatan intensif dari tim medis, dan juga harus diisolasi. Pasien positif corona juga harus beristirahat penuh di rumah sakit yang telah ditetapkan oleh pemerintah, untuk menangani penyakit tersebut.

Sementara bagi pasien confirm negatif dapat diartikan individu tersebut terbukti tidak terinfeksi virus corona.[] Sumber: IDN

Previous articleWushu Aceh Gelar Kejurda 2020 pada Juni Mendatang
Next articlePlt Gubernur Aceh Launching Aplikasi SIM Pertanahan

Leave a Reply