Banda Aceh, RUBRIKA.id — Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Aceh, Jamaluddin, menyambut baik kabar rencana invetasi dari Uni Emirate Arab (UEA) di Aceh. Ia mengatakan, sektor pariwisata Aceh memang membutuhkan pembenahan yang hanya dapat dilakukan dengan modal besar.

Advertisement

“Seperti di Sabang, potensi pariwisatanya cukup besar sedangkan hotelnya yang berbintang masih belum ada, jadi butuh infrastruktur hotel di sana,” ujar Jamaluddin, Rabu (15/1/2020).

Selain hotel, Sabang juga disebut masih membutuhkan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata lainnya termasuk pembangunan bandara komersial. Hal itu dikarenakan selama ini jalur tempuh ke Sabang hanya mengandalkan jalur laut.

“Selama ini di Sabang tidak ada lapangan penerbangan yang representatif, mungkin perlu dukungan untuk bandara internasional, sekarang kan belum ada bandara, yang ada hanya bandara miliki TNI-AU,” ujarnya.

Selain Sabang, sejumlah lokasi wisata lainnya juga masih membutuhkan pembenahan yang menelan banyak biaya. Seperti lokasi wisata Danau Lut Tawar di Aceh Tengah yang perlu dikelola dengan lebih baik lagi. 

“Jadi biar turis mau tinggal lebih lama di Takengon, tentunya harus dikemas destinasi itu lebih baik seperti dengan membuat wahana-wahana permainan di danau, seperti halnya di Ancol,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Aulia Sofyan, mengatakan ada empat kawasan yang dipersiapkan untuk menerima investasi UEA, yaitu Sabang, Aceh Tengah, Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe dan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong di Aceh Besar.

“Minggu depan kita diundang Pak Luhut untuk membahas dengan mereka,” kata Aulia.[]

Leave a Reply