Banda Aceh, RUBRIKA.id — Nazaruddin Dek Gam diduga kadung serius menjajal permainan sepakbola Liga 1 dengan memboyong sejumlah pemain ke Persiraja. Hingga Minggu (12/1/2020) saja, manajemen Persiraja sudah membelanjakan duit lebih dari Rp8 miliar untuk memboyong sejumlah pemain. Jumlah tersebut dinilai belum cukup, terutama untuk memboyong sejumlah pemain asing agar mau “merumput” di Stadion Lhoong Raya nantinya.

Advertisement

Informasi yang dihimpun RUBRIKA.id sudah tiga pemain asing yang bersedia menandatangani kontrak selama satu tahun dengan Persiraja. Mereka adalah Adam Mitter dari Inggris, serta Bruno Dybal dan Vanderlei dari Brazil.

Berdasarkan penelusuran di transfermarkt.com diketahui nilai kontrak ketiga pemain asing tersebut bervariasi. Namun, harganya lumayan fantastis. Terutama si penyerang Vanderlei yang bersedia bergabung dengan nilai kontrak mencapai 275 ribu Euro atau sekitar Rp4,2 miliar lebih untuk satu tahun.

Sementara Bruno Dybal, pemain asing pertama yang datang ke Aceh untuk bergabung dengan Persiraja, bersedia dikontrak dengan nilai 125 ribu Euro atau sekitar Rp1,9 miliar lebih.

Persiraja pun harus merogoh kocek sedalam Rp1,147 miliar untuk kontrak satu tahun dengan Adam Mitter.

Untuk bermain di Liga 1 tahun 2020 ini Dek Gam bahkan bersedia menganggarkan Rp12 miliar khusus untuk memboyong pemain asing ke Persiraja. Kabar teranyar menyebutkan, dua pemain asing lainnya yang bakal digaet Persiraja berasal dari zona Asia. Namun, belum diketahui siapa yang telah didekati Manajemen Persiraja saat ini.

Di sisi lain, beberapa pemain sepakbola tanah air yang dinilai cocok bermain di Persiraja juga telah menandatangani kontrak untuk musim 2020 ini. Di antara sejumlah nama itu adalah Miftahul Hamdi dari Bali United yang dipinang dengan duit senilai Rp1,147 miliar, selanjutnya Nazarul Fahmi dari Barito Putra dengan kontrak Rp382 juta, serta Rezam Baskoro dari Blitar United.

Dari sejumlah nama tersebut, Bruno Dybal menjadi pemain asing pertama yang datang ke Aceh. Dia tiba di Stadion Lhoong Raya yang bakal menjadi kandang Persiraja untuk tahun 2020 ini pada Minggu (12/1/2020).

Bruno Dybal sebelumnya merupakan pemain Samut Sakhon FC, salah satu klub sepakbola di Thailand. Dia bakal menempati posisi Gelandang Serang di Persiraja.

Informasi yang dihimpun RUBRIKA.id diketahui Bruno Dybal juga pernah memperkuat Timnas Brazil U-20. Karir Bruno diawali dari tim Palmeiras pada musim 2012/2013, kemudian memperkuat Oeste di musim 2013/2014. Dua klub tersebut berada di Brazil. Sementara debut pertama kali Bruno bermain di Asia yaitu bersama klub Ventforet Kofu, Jepang.

Dalam konferensi pers dengan awak media di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Bruno mengaku tak sabar bermain untuk Persiraja.

“Saya sangat senang bergabung dengan Persiraja, saya sudah melihat Persiraja memiliki basis pendukung yang besar di setiap pertandingan kandang. Semoga saya bisa berjuang di kompetisi nantinya bersama teman-teman lainnya di tim,” kata Bruno.

Lalu bagaimana dengan Adam Mitter?

Adam Mitter merupakan pemain bertahan asal Inggris. Dia sebelumnya bermain di Blackpool U-18, sebuah klub kasta ketiga Liga Inggris.

Adam terakhir kali merumput di klub Kanada Premier League, Valour FC pada musim 2018/2019. Sebelum bergabung dengan Persiraja, Adam juga pernah merasakan atmosfer persepakbolaan Asia Tenggara ketika bergabung dengan klub asal Filipina, Loyola FC.

Dia juga pernah memperkuat Ilocos United pada 2017, dan kemudian bermain untuk Global Cebu FC pada musim 2018.

Karirnya di sepakbola Asia juga pernah tercatat di Hougang United, Singapura, untuk musim 2017/2018.

Kiprah Vanderlei di Semen Padang yang terlihat cukup produktif di lini depan pada musim lalu diduga ikut membuat Dek Gam rela mengeluarkan uang senilai Rp4,2 miliar lebih untuk kontrak satu tahun. Selain itu,Vanderlei dianggap pemain asing yang baru bermain di persepakbolaan tanah air, sehingga memperkuat keyakinan Dek Gam untuk memboyongnya ke Persiraja.

Sebenarnya, pemain kelahiran 25 September 1987 tersebut sudah banyak mengecap asam garam dunia sepakbola. Karir sepakbolanya sudah pernah diasah di Liga Brazil, Korea Selatan, Thailand, Rumania dan juga Kuwait.

Dalam setengah musim bermain di Semen Padang, Vanderlei bahkan membukukan delapan gol dari 16 pertandingan. Dengan prestasi tersebut, maka tak heran membuat Dek Gam cukup antusias mendatangkan Vanderlei untuk membela Lantak Laju bermain di Liga 1 tahun ini.[]

Leave a Reply