Bandung, RUBRIKA.id — Nova rupanya masih ingat cita-cita Irwandi Yusuf soal pesawat. Padahal, keduanya berbeda dalam hal hobi. Nova suka motor gede, Irwandi suka pesawat.

Advertisement

Untuk itu, setelah menemukan kesepakatan realistis dari hasil mencermati MoU dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebelumnya, yang dilakukan rekannya, 7 Februari 2018, di Singapura, maka dilakukan MoU baru sebagai pembaharuan agar sesuai dengan kerangka RPJM 2017 – 2022.

Hasilnya, sebuah naskah MoU baru dihasilkan untuk rencana pengadaan 4 unit pesawat N219. “Naskah kesepahaman (9/12) ini akan segera beralih menjadi kontrak. Satu pesawat dikirim 2021, tiga lagi dikirim 2022, “ kata Elfien Goentoro dari PTDI.

Kesediaan Nova membeli pesawat berharga 6 juta Dollar AS per unit yang akan dibayar secara multiyears dengan APBA itu tentu saja dasarnya bukan karena menghormati hobi Irwandi, melainkan misi keduanya terkait konektivitas Aceh.

Aceh yang sangat luas, 59 kilometer persegi yang harus ditempuh belasan jam lewat darat, juga memiliki 2.600 kilometer garis pantai, keberadaan pesawat memang dibutuhkan.

Dengan adanya pesawat juga akan kembali dilakukan aktivitas pelayanan kesehatan dalam bentuk Ambulance Terbang, yang dulu dilakukan dengan cara rental.

Dengan pesawat sendiri, juga bisa dilakukan usaha pemantauan kegiatan perambahan hutan dan pengawasan pantai.

Keberadaan pesawat sendiri juga akan membantu menghidupkan kembali peran prasarana bandara yang sudah ada di Aceh.

Untuk diketahui Aceh sudah memiliki 12 bandara yang belum beroperasi secara maksimal. Dengan adanya pesawat N219 maka bandara-bandara yang ada bisa dioptimalkan.

Itu artinya, Aceh yang terpisah dengan perbukitan dan lautan akan terkoneksi dengan pesawat udara yang sesuai dengan topografi wilayah Aceh. [adv]

Previous articleSekda Aceh Tenggara Ajak Tenaga Pendamping Desa Ikut Bantu Turunkan Angka Kemiskinan
Next articleJubir Pemerintah: Smart Province Tanda Aceh Memasuki Era 4.0

Leave a Reply