Aceh Timur, RUBRIKA. id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh mengajak seluruh pihak untuk dapat memaksimalkan penggunaan dana desa lewat kegiatan yang dapat menjamin berkurangnya angka pengangguran dan angka kemiskinan di desa masing-masing.

Advertisement

Ajakan itu disampaikan Sekda Aceh dalam pertemuan evaluasi dana desa di Aula Idi Sport Center, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (6/12).

Bupati Aceh Timur Tgk Hasballah M Thaib atau yang akrab disapa Rocky dan Sekda Aceh Timur M Ikhsan Ahyat Ikut hadir dalam pertemuan yang dihadiri 1.700 lebih peserta dari perangkat desa dan pendamping desa itu.

Temu Evaluasi Dana Desa di Aceh Timur

Sekda Aceh, dr Taqwallah, M. Kes, mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mulai memikirkan usaha ekonomi yang dapat membuka lapangan kerja, atau yang memberi pendapatan tambahan dari terkelolanya usaha ekonomi masyarakat.

“Usaha-usaha lain, seperti sewa rumah, sewa tratak, peternakan, lahan sawah bukan tidak bagus, tapi lebih bagus lagi jika dikelola usaha yang sifatnya produktif yang memungkinkan terjadinya perputaran uang di gampong itu sendiri, bek sampe peng desa diplung u lua gampong, apalagi ke luar Aceh,” tegas Sekda Aceh.

Bupati Rocky di temu evaluasi dana desa

Untuk itu, Sekda Aceh mengingatkan untuk selalu menjaga tepat waktu agar penyaluran dana desa cepat sehingga dapat digunakan dengan tepat sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat khususnya dalam mengelola BUMDes.

Diingatkan, untuk tahap I (20 persen) didorong aga bisa disalurkan pada Januari. Tahap II (40 persen) pada Maret, dan tahap III (40 persen) bisa disalurkan pada Juni. “Jika tertip jadwal ini bisa dijaga oleh semua, termasuk oleh pendamping, maka dana desa dapat menjadi solusi bagi desa,” tegas Taqwallah.

Ajakan Sekda untuk mengelola dengan baik dana desa dikarenakan filosofi dana desa yang dimaksudkan untuk mencapai kemajuan dari pinggir yaitu desa. BUMDes menjadi media untuk mencapai kemajuan desa. Jika desa maju secara ekonomi maka dapat berkontribusi bagi mengatasi masalah-masalah lainnya yang bisa saja hadir.

Sekda Aceh juga mengapresiasi Aceh Timur yang menurut Kepala DPMG Aceh Timur, salah satu desa di Aceh Timur, masuk dalam daftar 60 lokus kawasan perdesaan prioritas nasional tahun 2020 – 2024. Demikian juga dengan Minapolitan Idi Rayeuk yang masuk dalam 47 kawasan perdesaan dengan status mandiri.

Kepala DPMG Aceh Azhari

Bersama Sekda Aceh juga ikut serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Azhari yang ikut menyapaikan perkembangan dana desa di Aceh, termasuk hambatan-hambatan yang masih ditemui dalam pengelolaannya. Diharapkan, lewat pertemuan evaluasi dana desa secara bersama dapat menghasilkan solusi yang mengefektifkan pengelolaan dana desa tahun 2020 dan seterusnya.

Dari Aceh Timur, Sekda Aceh dan Kepala BPMG Aceh bertolak ke Lhokseumawe untuk bertemu dengan 200 lebih peserta yang juga dihadiri Walikota Lhokseumawe Suiadi Yahya dan Sekda Lhokseumawe T Adnan. Acara berlangsung di Aula Walikota Lhokseumawe. Saat berita ini tayang, presentasi dari Geuchik sedang berlangsung. [adv]

Leave a Reply