Langsa, RUBRIKA. ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh mengajak semua pejabat struktural, perangkat desa dan pendamping desa untuk bersungguh-sungguh mengelola Dana Desa yang sudah ada sejak lima tahun lalu.

Advertisement

Sekda Aceh memaparkan, kebijakan dana desa tergolong cerdas dan berani sehingga anggaran untuk rakyat bisa langsung tersalur di gampong-gampong.

“Peng desa lagee ta buka kran, langsung na. Beda dengan kabupaten/kota, provinsi dan pemerintah yang tidak mudah, yang untuk mendapatkan dan mengelolanya kadang payah pake ile,” kata Sekda memberi perumpamaan sambil memancing tawa peserta.

Disebutkan, Dana Desa adalah langkah kongkrit untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini belum mampu juga dicapai oleh pemerintah dan pemerintah daerah, seperti pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, dan lainnya.

“Dengan adanya Dana Desa kini perangkat desa langsung bisa merencanakan sesuai fakta yang sama-sama diketahui dan juga disadari manfaatnya,” kata dr Taqwallah dihadapan 250 lebih peserta temu evaluasi Dana Desa yang berlangsung di Aula Cakradonya BPKD, Langsa, Kamis (5/12).

Sekda Aceh juga mengajak para pendamping desa untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu, Sekda menyerukan agar pendamping desa selalu mengupdate dan mengupgrate informasi dan pengetahuan.

“Dengan begitu dapat memberi masukan kepada perangkat desa sehingga hadir kegiatan yang jika dikelola oleh BUMDes dapat bermanfaat lebih, bukan sekedar kegiatan biasa-biasa saja. Jika sukses kan jadi luar biasa, jika belum sukses, biasa saja,” katanya mengundang tawa peserta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Azhari menyampaikan bahwa Dana Desa untuk Aceh pada tahun 2020 lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 5 triliun.

“Untuk Aceh, total Dana Dana sudah 19,8 triliun. Untuk tahun 2020 naik dari tahun sebelumnya, menjadi 5,05 triliun,” katanya seraya mengajak agar tepat waktu dalam perencanaan sehingga penyalurannya juga tepat waktu sehingga tidak ada Silpa.

Disampaikan, pada 2018 hanya tiga yang tidak ada Silpa dari Dana Desa, yaitu Aceh Tenggara, Bireuen, dan Banda Aceh.

Seusai melakukan temu evaluasi Dana Desa, Sekda Kota Langsa Syahrul Thaib kembali menemani Sekda Aceh meninjau Gerakan Bereh di sekolah, pukesmas dan kantor camat yang umumnya sudah lebih bereh dari kondisi sebelumnya. [adv]

Leave a Reply