Banda Aceh, RUBRIKA. ID — Susi Pudjiastuti, kita panggil saja Ibu Susi selalu menarik perhatian publik. Terkini, Ibu Susi melalui akun twitternya @susipujiastuti mengabarkan jika dirinya memulai perjalanan mengunjungi base susi air, dimulai dari Sulawesi.

Sampai berita ini tayang, twit dengan video pendek di dalam pesawat itu sudah di like tiga ribu lebih, dan ratusan menekan tombol retwit. Pertanyaannya, apakah Ibu Susi akan terbang sampai ke Aceh juga? Jawabannya sangat tergantung, apakah Ibu Susi masih ingat Aceh?

Ibu Susi bersama Nova Iriansyah saat ke Aceh Barat, 2017

Ibu Susi memang sosok yang terkenal dan dikenal. Itu bukan hanya karena penampilan dan aksinya saja. Bukan juga hanya semasa beliau dipilih menjadi menteri dulunya.

Sosok Ibu Susi mulai dibincangkan sejak Aceh dilanda gempa yang memicu tsunami dasyat. Dan itu lima belas tahun lalu. Dalam waktu dekat ini, Aceh akan mengenang peristiwa pilu itu lagi, dan pasti akan mengingat salah satu sosok, dan itu adalah Ibu Susi.

Ibu Susi kala itu, menjadi salah seorang yang berhasil mendarat di Aceh yang sedang terisolasi untuk menyalurkan bantuan, dengan pesawatnya sendiri, susi air, bersama pilot yang adalah suaminya, Christiant.

Ibu Susi terbang menggunakan Cessna Caravan. Pesawat ini disebut satu-satunya pesawat yang dia operasikan melalui bendera PT ASI Pudjiastuti dan disebut titipan dari teman Ibu Susi.

Simeulue adalah tujuan pesawat Ibu Susi untuk mendaratkan bantuan. Namun, karena masih berstatus tutup, pesawat baru bisa mendarat pada hari kedua.

Ibu Susi yang periang memang selalu bisa menemukan kisah-kisah yang membuat dirinya tidak harus selalu melihat bencana dari sisi penderitaan semata.

Ibu Susi Ibarat Laksamana Malahayati
Foto di twitter Asrina @asrinaloen

Dikisahkan, saat berada di Bandara Sultan Iskandar Muda, Ibu Susi melihat seorang pria relawan dari Eropa mondar-mandir di apron bandara, sambil memanggil-mangil nama Susi.

“Susi…! Susi, where are you…?”

Merasa namanya dipanggil, Susi datang menghampiri pria itu.

“Anda mencari Susi? Saya ini, Susi…!” tutur dia.

Tetapi, pria itu malah menggelengkan kepala.

“Maaf, bukan. Bukan kamu. Saya mencari Susi, Susi Air. Di mana perwakilan kantornya di sini?”

Tentu saja Ibu Susi tersenyum melihat fakta dihadapannya: “Tidak ada Susi Air, Sir…! Apalagi kantornya…! Yang ada cuma Susi, ya, saya ini…!”

Pria itu akhirnya paham, Susi itulah yang memiliki pesawat Cesssna untuk mengantarkan bantuan. “Oke, oke…! Kamu, Susi… punya Cessna? Good…! Bisa bantu drop logistik kami?”

“Boleh saja, nanti setelah pesawat saya itu balik lagi ke bandara ini. Tetapi, Anda harus ganti minyaknya (bahan bakar), ya,” jawab Susi.

“Ya, ya, tentu. Kami bayar, kami sewa,” jawab relawan Eropa itu.

Sejak itu, berkah menghampiri Ibu Susi. Pesawatnya menjadi laris karena disewa lembaga internasional dalam kerja masa darurat hingga masa kerja rehab dan rekon Aceh dan Nias.

Mengapa Ibu Susi memilih untuk membawa bantuan ke Simeulue? Belum ada yang tahu pasti. Ada yang menduga karena Ibu Susi memiliki bisnis lobster di Simeulue. Bahkan sempat ada kabar jika Ibu Susi punya pulau Savelak di Simeulue.

Sayangnya, Ibu Susi pernah membantah jika dirinya memiliki bisnis dan pemilik Pulau Savelak di Simeulue.

Apapun itu, punya bisnis lobster atau pulau, yang jelas orang Aceh selalu mengenang setiap orang, lembaga, organisasi, dan negara yang sudah ambil.bagian dalam membantu Aceh usai dilanda gempa dan tsunami.

Pada saat Ibu Susi bertugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, 2017 beliau pernah berkunjung ke Aceh Barat. Dengan pakaian Aceh, Ibu Susi disebut ibarat Laksamana Malahayati. Masihkah Ibu Susi mengingat Aceh?!

Leave a Reply