Aceh Tengah, RUBRIKA.ID — Pemerintah Aceh akan menuntaskan pembangunan enam jembatan gantung yang menghubungkan transportasi antar desa di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2019 ini. Pembangunan jembatan gantung untuk menggantikan ‘jembatan kabel’ tersebut dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh dengan menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Teuku Ahmad Dadek, yang menjabat Ketua Tim Pengendali dan Percepatan Kegiatan (P2K), menyebutkan keenam jembatan tersebut masing-masing memiliki lebar dua meter, sehingga mudah dilalui bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua.

Ia merincikan, pembangunan keenam jembatan gantung di Kabupaten Aceh Tengah masing-masingnya Jembatan Gantung Nasuh di Kecamatan Jamat, Jembatan Gantung Pelipen Gajah di Kecamatan Linge, Jembatan Gantung Alur Putih di Kecamatan Serempingan, Jembatan Gantung Kala Ketol, Jembatan Gantung Antus dan Jembatan Paya Tampu di Kecamatan Pameu.

“Total biaya yang dialokasikan untuk pembangunan 6 jembatan gantung yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah sekitar Rp. 19 miliar yang fungsional di akhir tahun 2019,” sebut Ahmad Dadek, dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/11) lalu.

Lebih lanjut, Dadek menambahkan, secara keseluruhan terdapat 10 titik jembatan gantung penghubung antar desa di Aceh. Selain enam jembatan yang akan rampung tahun ini di Aceh Tengah, juga terdapat empat jembatan gantung lainnya di Aceh yang akan dirampungkan pada tahun 2021.

Ia menyebut dari empat jembatan yang akan dibangun tahun 2021 itu tiga di antaranya terletak di Kabupaten Aceh Barat, satu lainnya terletak di Kabupaten Aceh Tengah.

“Akan dialokasikan pembangunanannya pada tahun 2021, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2021 Aceh akan bebas dari jembatan kabel yang masih membelenggu keterisoliran masyarakat di Aceh,” pungkas Dadek.[]

Leave a Reply