Banda Aceh, RUBRIKA.ID – Pemerintah Aceh mengambil langkah mensegerakan mengumumkan lelang pengadaan barang dan jasa proyek APBA 2020. Hal ini disebut sesuai dengan arahan Presiden RI dan Plt Gubernur Aceh untuk mensegerakan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

“Ini tindaklanjut arahan Presiden RI dan Plt Gubernur Aceh agar bertindak cepat sehingga cepat pula manfaat diterima masyarakat,” kata Teuku Ahmad Dadek, Asisten II Setda Aceh.

Total proyek yang diumumkan sebanyak 1.735 paket proyek yang tersebar di sejumlah SKPA itu nilai anggaran mencapai Rp 2,48 triliun.

Dirincikan, dari 1.735 paket proyek tersebut, bidang konstruksi sebanyak 779 paket dengan anggaran Rp 1,88 triliun, pengadaan barang sebanyak 478 paket senilai Rp 339,90 miliar, bidang konsultan sebanyak 426 paket senilai Rp 168,38 miliar, dan bidang jasa sebanyak 52 paket senilai Rp 91,25 miliar.

“Paket-paket proyek yang dilelang itu tersebar di sejumlah SKPA dan lokasinya di 23 kabupaten/kota. Tender dilakukan secara elektronik (e-procurement),” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, Selasa (26/11).

Terkait proses tender dijelaskan secara bertahap, mulai 2 Desember 2019. Tahap pertama, Pemerintah Aceh melelang sebanyak 613 paket proyek dengan nilai Rp 552,25 miliar. Pelaksanaan penandatangan kontrak secara kolektif direncanakan pada tanggal 30 Januari 2020.

Untuk itu, kepada seluruh calon penyedia barang dan jasa dipersilahkan mendaftar dan mengikuti tender secara elektronik melalui website LPSE di https://lpse.acehprov.go.id/eproc4. “Diperkirakan akhir Maret 2020 semua paket sudah ada kontrak,” kata Iswanto.

Menurut Asisten II Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek pengumuman lelang 1.735 paket proyek APBA 2020 itu dilakukan pada minggu keempat bulan November 2019, sesuai dengan Perintah Presiden Joko Widodo kepada para Gubernur se-Indonesia dua pekan lalu, saat menyerahkan DIPA 2020.

“Presiden menyerukan kepada Gubernur, setelah menerima DIPA 2020, segera bagikan ke bupati/wali kota, SKPA dan intansi vertikal yang ada di daerah, kemudian laksanakan pengumuman lelang,” sebut Teuku Dadek.

Selain itu, percepatan pelelangan ini disebut juga untuk memberikan waktu yang cukup kepada rekanan bekerja dengan hasil yang berkualitas.

Percepatan pelaksanaan proyek juga dinilai akan membantu perputaran uang di daerah, dan ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Dengan percepatan lelang ini, lapangan kerja baru juga akan terbuka, pengangguran terserap, dan kemiskinan menurun,” tambah Dadek. [adv]

Leave a Reply