Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah, M. Kes kembali turun ke daerah. Misinya membuka “jendela pikiran” pelayan rakyat di bidang kesehatan yang ada di seluruh Aceh.

Dalam kunjungan kerja maraton selama 12 hari ini, misi yang diamanahkan Pelaksana Tugas (Plt), Ir Nova Iriansyah, disampaikan kepada 15 ribu lebih pelayan rakyat (ASN) yang tersebar di 23 kabupaten-kota.

Mereka yang ditemui kali ini untuk diajak membuka”jendela pikiran” adalah 797 pejabat struktural di Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 7.246 petugas kesehatan di Pukesmas.

Sekda Aceh, melalui izin Bupati/Walikota, juga mengajak serta pejabat Pemkab/Pemko, Kepala SKPA, Camat dan juga Geuchik guna bersama-sama membuka “jendela pikiran” terkait pelayanan rakyat.

Di berbagai pertemuan, sosok peraih prestasi dokter teladan (1996) itu mengawali dengan pernyataan yang menghentak pikiran ASN, yaitu mengenali diri alias “turi droe.”

“Kita adalah insan yang diberi kode booking tiket surga, kelas bisnis pula, SK ASN kita adalah kode booking itu,” kata Taqwallah mengawali aksi membuka “jendela pikiran” ASN.

Kode booking tiket kelas bisnis ke surga yang dimiliki ASN ini, menurut Sekda Aceh yang dilantik 1 Agustus 2019 lalu itu, dipertaruhkan saban waktu, apakah masih bisa “terbang” ke surga pada waktunya, atau gagal.

“Jika ASN tidak menjalankan tugas pelayanan dengan baik maka kode booking tiket kelas bisnis ke surga akan hangus,” tegas Sekda Aceh, yang juga pernah meraih PNS berprestasi paling baik (2010).

Dengan membuka “jendela pikiran” pertama itu, Sekda Aceh mengajak ASN untuk menjadi insan yang memudahkan orang lain.

“Petugas medis jangan pernah menolak pasien, hanya karena tidak ada rujukan, terima dan layani, bila tidak bisa mengklaim BPJS, iklas meraih ridhaNya karena sudah memudahkan warga mendapat pelayanan kesehatan,” sebutnya seraya menerangkan hadis tentang anjuran memudahkan orang lain agar Allah memudahkan di dunia dan akhirat.

Untuk memastikan urusan melayani rakyat bisa dilakukan dengan lebih maka pimpinan harus bisa juga memudahkan bawahannya, bukan sebaliknya.

“Pastikan dokter dan bidan mendapat dukungan kerja agar mereka juga bisa memberi pelayanan maksimal kepada pasien. Jangan sebaliknya, rusak pelayanan kepada pasien,” terang Taqwallah kepada petugas kesehatan.

Dua puluh empat tahun lalu, di Seunuddon, Aceh Utara, dokter Taqwallah mengajak warga untuk membuka jendela rumah dalam usahanya mengakhiri kuman penyebab tubercolusis (tbc).

Dan untuk mengakhiri “kuman” penyebab rendahnya kinerja ASN, usai dilantik sebagai Sekda Aceh, Taqwallah langsung bergerak menjalankan misi membuka “jendela pikiran” 1.413 ASN di lingkungan SKPA, 345 Camal, Sekda dan Asisten I, juga kepada guru dan petugas kesehatan di berbagai Kabupaten-Kota di Aceh. [adv]

Leave a Reply