Aceh Besar, RUBRIKA.id — Pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan groundbreaking pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Sabtu (31/8).

Trans Continent merupakan perusahaan pertama yang beroperasi di KIA Ladong dengan modal awal 5 miliar. Perusahaan yang dipimpin oleh putra Aceh, Ismail Rasyid ini, sudah memiliki 16 (enam belas) cabang di Indonesia, 2 kantor di luar negeri (Australia & Filipina) serta memiliki jaringan di 80 negara, didukung 370 karyawan, 15 persen diantaranya adalah orang Aceh.

Trans Continent sendiri bergerak di bidang Multi Moda Transport, Logistics & Supply Chain dengan Core business di Bidang Industri Pertambangan, Perminyakan, Energy serta Perdagangan baik Domestik maupun Internasional.

Dengan mengutip ideom “tidak ada lompatan besar tanpa langkah-langkah kecil” Nova Iriansyah mengenang masa awal mengukir mimpi di KIA Ladong sebagai bagian dari langkah-langkah kecil Pemerintah Aceh yang kini sudah diikuti pula oleh langkah kecil selanjutnya oleh kalangan pengusaha.

“Pak Mustafa Hasbullah, dua tahun yang lalu kita mengukir mimpi di sini, dan ternyata memang tidak mudah, kita perkirakan enam bulan, ternyata lebih dari dua tahun baru bisa memperlihatkan wujudnya, terimakasih Pak Mustafa Hasbullah,” kata Nova Iriansyah mengingatan jejak langkah kecil menghidupkan kembali KIA Ladong.

Kesediaan pengusaha nasional kelahiran Aceh, Ismail Rasyid, CEO Trans Continent, untuk beroperasi di KIA Ladong juga diapresiasi oleh Nova Iriansyah sebagai langkah kecil, mungil dan indah.

“InsyaAllah akan memicu lompatan-lompatan besar ke depannya, saya yakin semangat itu kita sudah punya, kita juga sudah didampingi oleh orang-orang luar biasa, seperti Ismail Rasyid dan Safuadi yang adalah alumni Unsyiah,” tambah Nova.

Guna memastikan langkah kecil yang kini mulai ikut dilakukan oleh penghsaha, Nova mendorong SKPA terkait untuk melakukan terobosan agar tidak ada sesumbatan yang dapat menganggu langkah kecil kalangan pengusaha yang beroperasi di KIA Ladong.

“Saya minta diterobos agar tidak ada lagi sumbatan sehingga janji saya pada grounbreaking yang lalu tidak menjadi janji kosong,” kata Nova.

Nova juga mengajak semua kalangan untuk ikut serta mengukir sejarah secara bersama-sama agar memiliki jejak dalam usaha mewujudkan kembali legacy Aceh sebagaimana dahulu pernah berjaya.

“Jika kita tidak ikut serta maka nama kita tidak tercatat dalam sejarah yang dikenang oleh anak cucu,” sebutnya.

Terkait posisi gerak pembangunan Nova mengingatkan bahwa Aceh tidak berada di titik nol melainkan di titik minus. “Karena kita berada di titik minus maka tidak bisa langsung ke titik plus, kita harus bergerak dulu ke titik zero, baru kita bergerak ke titik plus dan kita menyajikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh.

Diakhir sambutannya Nova mengajak semua pihak untuk menghilangkan dikotomi dalam membangun Aceh, harus bahu membahu, harus berkolaborasi dalam membangun negeri.

“Kita sedang bergerak dari minus ke nol, tentu akan ada akselerasi, makin lama akan kencang, dan orang seperti Pak Ismail akan menjadi dua orang, tiga orang, enam orang, seratus orang dan pada saat itu kita sudah berada pada top speed, insya Allah akselerasi itu akan mempercepat kesejahteraan,” tutup Nova. [adv]

Leave a Reply