Aceh Besar, RUBRIKA.id — Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim mengaku bahagia menyimak semangat para pihak untuk mengubah kultur yang berujung pada hadirnya Aceh sebagai provinsi ramah investasi.

Advertisement

Mantan wartawan itu juga bangga melihat sinergi antara pemerintah dengan kalangan pengusaha dalam usaha menghidupkan kembali ekonomi Aceh.

Tanggapan itu disampaikan Akmal Ibrahim usai mengikuti groundvreaking kawasan berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent di KIA Ladong, Aceh Besar, Sabtu (31/8) oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Menurutnya, apa yang disaksikan terkait percepatan operasi KIA Ladong, sebagaimana sambutan yang disampaikan, adalah tekad kuat untuk merubah kultur dan pemikiran untuk mempermudah semua hal.

“Sejak menjadi wartawan sekitar 30 tahun lalu, belum saya lihat sekonkret ini aksi dan sinergi pemikiran antara pemerintah dan pengusaha.
Saya harus belajar banyak dan jadi tambah semangat dengan peristiwa hari ini, sehingga layak disebut revolusi,” kata Akmal Ibrahim.

Dirinya lantas menyarankan agar pemikiran dan aksi yang ditempuh oleh Plt Gubernur Aceh, Kepala Bea Cukai Aceh dan pihak PEMA untuk juga ditularkan kepada para bupati dan walikota. “Selamat datang Aceh baru yang ramah pada investasi dan pengusaha,” kata Akmal Ibrahim, yang baru saja melakukan MoU dengan pihak Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) terkait ekspor perdana ke India, September ini melalui kawasan pelabuhan dan industri Surin, yang juga salah satu calon Kawasan Ekonomi Khusus Pantai Barat Selatan, Aceh.

Dalam sambutan yang berlangsung di KIA Ladong, semangat untuk mewujudkan Aceh sebagi provinsi ramah investasi mulai terlihat. Pihak pengusaha diwakili Trans Continent mengaku sangat terbantu oleh skema dan pola kerja yang diterapkan oleh pihak Bea Cukai Aceh, yang ikut didukung oleh kesediaan Pemerintah Aceh untuk membangun kemudahan dalam berinvestasi di Aceh. [adv]

Leave a Reply