Banda Aceh, RUBRIKA.id Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan yudisium angkatan III semester genap 2018-2019 di Aula Lt. III Biro Rektorat UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Kamis (15/8).

Upacara Yudisium FISIP juga diisi dengan Orasi ilmiah disampaikan oleh Reza Idria, S.HI, MA, kandidat Doktor dari Harvard University Amerika Serikat, yang juga Kaprodi Ilmu Administrasi Negara.

Dalam orasinya ia menekankan pentingnya lulusan FISIP untuk bisa hidup dalam politik dengan komitmen utama berkontribusi untuk publik, tidak malah kemudian mencari penghidupan dari politik

Lulusan FISIP juga mesti bisa menggunakan rasional mereka dalam membuat kebijakan publik dan bukan melahirkan kebijakan2 publik yang tidak masuk akal sehat. “Jadilah pemimpin yang jika sakit kepala mengoleskan balsem di kepala dan bukan di lutut,” seru Reza Idria.

Wakil Dekan bidang Akademik, Muhammad Thalal, Lc, M.Si, M.Ed selaku ketua panitia yudisium menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa FISIP yang mengikuti upacara yudisium sebanyak 54 orang berasal dari Prodi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 19 orang, dan Prodi Ilmu Politik sebanyak 35 orang.

“Sebanyak 30 orang lulusan mendapatkan predikat cumlaude karena selesai tepat waktu (8 semester dan IPK di atas 3.51) yang terdiri dari Prodi Ilmu Politik 7 orang cumlaude dan Prodi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 23 org cumlaude,” katanya.

Sedangkan IPK tertinggi dicapai oleh: Cut Mazaya Meyosi dari Prodi Ilmu Politik (3.82) dan Siti Laynas Syiva dari Prodi Ilmu Admimistrasi Negara (3.80)

Dekan FISIP Dr Ernita Dewi, M.Hum ketika melantik dan melepaskan lulusan berpesan supaya alumni FISIP UIN Ar-Raniry tetap menjaga kedisiplinan mereka dimana saja mereka berada. “Salah satu hal yang dibutuhkan oleh dunia kerja adalah sarjana yang memiliki karakter disiplin,” sebutnya.

FISIP UIN Ar-Raniry yang berdiri pada 2014, sejak yudisium perdananya pada tahun 2018 telah meluluskan 98 orang Sarjana Ilmu Politik dan Sarjana Ilmu Administrasi Publik.[]

Leave a Reply