Dalam sebuah aporan BPS Aceh disebutkan, sampai September 2018, jumlah penduduk miskin ada di angka 831 ribu orang atau 15.68 persen.

Advertisement

Ini artinya, terjadi pengurangan sebanyak 8 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2018 yang jumlahnya 839 ribu orang. Atau, dari posisi 15,97 persen berubah menjadi 15,68 persen.

Untuk diketahui, Irwandi – Nova yang dilantik 5 Juli 2017 mewarisi angka kemiskinan sebesar 16,89 persen atau sekitar 872 ribu orang

Dua bulan berkerja, September 2017 angka kemiskinan Aceh berhasil diturunkan sedikit yaitu 0,97 persen, sehingga kemiskinan di Aceh turun menjadi 15,92 persen.

Harus diakui, pada Maret 2018 angka kemiskinan Aceh sempat naik 0,05 persen sehingga menjadi 15,97 persen atau 839 ribu orang.

Usaha kerja ekstra menurunkan angka kemiskinan, sempat jeda. Pada 3 Juli 2018 Irwandi Yusuf terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, dan pada 9 Juli 2018 Nova Iriansyah baru dilantik sebagai Plt Gubernur Aceh.

Dengan begitu, “ditangan” Nova Iriansyah ada angka kemiskinan sebesar 15,97 persen atau 839 ribu orang. Angka kemiskinan ini adalah gambaran kemiskinan Aceh Maret 2018 yang pada masa itu Irwandi Yusuf masih sebagai Gubernur aktif.

Untuk jadi catatan, pada periode ini, angka 839 ribu orang atau 15,97 persen justru naik 0,05 persen. Padahal, pada September 2017 angka kemiskinan Aceh berhasil diturunkan sedikit yaitu 0,97 persen, sehingga kemiskinan di Aceh menjadi 15,92 persen. Terakhir, meminjam angka BPS pada September 2018, jumlah penduduk miskin ada di angka 831 ribu orang atau 15.68 persen.

Jika hendak ditelusuri lebih jauh, tahun 2007 persentase kemiskinan di Aceh ada pada angka 26,65 persen. Terhitung sejak 2008 Aceh memulai kerja pembangunannya dengan APBA yang didukung Dana Otsus.

Lima tahun kemudian, yaitu pada 2012 angka kemiskinan di Aceh menjadi 19,46 persen. Terjadi pengurangan sebesar 7,19. Meski begitu, secara nasional Aceh masih berada di urutan 29 dari 33 provinsi.

Lima tahun berikutnya, Maret 2017 angka kemiskinan dari 19,46 persen menjadi 16,89 persen, sekitar 872 ribu orang. Terjadi penurunan, tapi hanya sekitar 2,57 persen, dan ini masih meleset dari target penurunan yang ingin dicapai yaitu 9-10 persen.

Dengan persentase sebesar 15,68 persen tersebut, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, Aceh memang masih menempati posisi pertama dengan jumlah persentase penduduk miskin tertinggi se-Sumatera. Namun, jika dicermati dari warisan angka kemiskinan yang ada maka jelas kerja Aceh Hebat mulai berbuah, meski belum terlalu lebat.

Leave a Reply