Memiliki senyum yang manis tak membuat gadis ini sombong. Sikap ramah dan periangnya menjadi bekal pendukung menjalin persahabatan, sekaligus untuk meraih ragam prestasi.

Advertisement

Dika Masdewita mulai mengantongi prestasi sejak di sekolah dasar. Buku rapor-nya selalu memperoreh peringkat 1 dalam kelasnya.

Tahun 2007, kegembiraannya bertambah. Dewan juri mengumumkan jika dirinya meraih juara 3 Pildacil Putri tingkat Kecamatan Meukek, Aceh Selatan.

Dengan juara 3 pildacil itu, kepercayaan dirinya mulai membara untuk menjemput prestasi diberbagai bidang, diantaranya Duta Wisata Aceh Selatan tahun 2018 dan Duta Wisata Aceh Presentasi Terbaik tahun 2018.

Perempuan yang berasal dari Gampong Blangkuala Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan ini yang mendapatkan pendidikan keluarga yang sangat baik sehingga semangat pengembangan potensi dirinya terus meningkat.

“Saya anak kedua dari 4 bersaudara. Ayah, Lismadi berprofesi sebagai guru SMA. Ibu, Suharni bekerja sebagai pedagang,” Kata Alumus UIN Ar Raniry Kota Banda Aceh

Sosok yang dipanggil Dika ini menjelaskan bagaimana pendidikan di rumahnya. “Ayah dan Ibu yang sama-sama mendidik kami semua. Mendukung pendidikan juga mendorong untuk ikut berbagai kegiatan,” tambah Dika.

Perempuan yang berusia 23 tahun ini juga menegaskan tidak pernah puas dengan prestasi yang digapainya. “Prestasi bukanlah sebuah destinasi yang bila sudah tercapai sudah puas. Bagi Dika, prestasi merupakan suatu proses dan jembatan menuju mulia. Prinsip saya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat utk orang lain,” demikian Dika.

Memiliki hoby traveling, baca puisi dan master ceremony juga mempunyai motto hidup semangat, sukses, mulia. “Saya mencoba memotivasi hidup dengan motto semangat, sukses, mulia. Itu artinya saya belum sukses dan mulia selagi saya belum bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Bercita-cita sebagai pakar bahasa, karena alasannya biar bisa semua bahasa dan mudah untuk dikembangkan dalam dakwah dan bekal untuk menjadi motivator.[]

Leave a Reply