Banda Aceh, RUBRIKA. Id — Rencana pengadaan emblem untuk pimpinan dan anggota DPRA yang terbuat dari bahan emas tidak membuat anggota DPRA baru asal Bireuen ini bahagia.

Sebaliknya, anggota DPRA yang berhasil meraup 14 ribu lebih suara ini mengusulkan agar emblem untuk pimpinan dan anggota DPRA cukup dari bahan biasa saja, misalnya dari kuningan.

“Esensi menjadi wakil rakyat itu bukan pada emblem sekalipun berbahan emasnya. Era simbolik ini sudah bisa dihilangkan, diganti dengan kerja sungguh-sungguh sebagai wakil rakyat, ini lebih utama,” sebut Ilham Akbar anggota DPRA asal Bireuen, Selasa (5/11) sore

Sebagaimana diketahui, emblem lambang Aceh dari bahan emas untuk pimpinan dan anggota DPRA sedang dilakukan pengadaan dengan anggaran 582 juta. Pin emas itu disebut setara dengan dua mayam 22 karat yang akan menjadi tanda pengenal anggota dewan.

“Lagi pula tidak elok juga jika kaum adam memakai emas. Tanda pengenal paling baik bagi anggota dewan jelas kehadirannya menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat, “ tambah Ilham Akbar.

Langkah Pengadaan Emblem Emas untuk DPRA sama dengan yang dilakukan DKI Jakarta yang juga menyediakan dua pin emas untuk 106 anggota DPRK DKI Jakarta.

Ditanya apa langkah selanjutnya, Ilham menjawab akan mempelajari lebih lanjut dan mendiskusikannya sehingga diketahui langkah terbaik.

“Ta kalon beutrang ile, bah nyata,” tutupnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here