Kesibukan dr Taqwallah, M. Kes sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sudah terlihat usai dirinya dilantik, 1 Agustus 2019. Selain mengkoordinir kerja terkait APBA P 2019 dan APBA 2020, Taqwallah juga memimpin perbaikan kinerja ASN.

Hari ini, dalam perjalanan kembali dari Simeulue, saya berkesempatan berbicang-bincang dalam pesawat yang membawa kami dari Bandara Kuala Namu menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (2/10).

Di atas ketinggian 16 ribu kaki, suhu 26 ds, dan jarak pandang 6 km, saya mengajukan pertanyaan seputar aksi penyerahan SK Kenaikan Pangkat untuk 2.777 ASN, yang dipadu dengan aksi Bersih, Rapi, Estetis, dan Hijau (BEREH).

Aksi BEREH yang awalnya bernama Aksi B. R. I Hijau ini makin menarik karena pada Kamis (3/10) Sekda Aceh itu juga menggelar tatap muka dengan 289 camat plus Sekda Kabupaten/Kota. Ada apa? Mengapa sampai melibatkan camat, apa yang ditemukan Sekda Aceh dalam perjalanan ke berbagai daerah?

Anda terlihat sibuk akhir-akhir ini, apa yang Anda lakukan?

Kami menyerahkan SK Kenaikan Pangkat dan SK Pensiun kepada 2663 + 114 ASN di 12 lokasi, dan Simeulue titik kunjungan terakhir.

Kemarin, tanggal 1 Oktober ini, sebelum matahari tenggelam, dengan begitu semua SK Kenaikan Pangkat telah diberikan, langsung kepada yang berhak, dan sore ini, Rabu (2/10) kami sudah di Banda Aceh, besok (3/10) ada pekerjaan lainnya.

Di Bandara Lasikin Menuju Kuala Namu
Ngopi setiba di Bandara Iskandar Muda

Apa yang Anda inginkan dengan mengantar langsung SK Kenaikan Pangkat kepada ASN?

Kami memudahkan ASN mendapatkan haknya, tanpa berlama-lama, juga tanpa pungutan, agar ASN memudahkan pula hak rakyat mendapat pelayanan terbaik, juga tanpa berlama-lama.

Apa yang mendorong Anda melakukan langkah pembenahan birokrasi ini?

Pertama, perintah Plt Gubernur Aceh, Pak Nova Iriansyah, untuk membenahi birokrasi sehingga kinerja ASN semakin baik.

Kesadaran agama kita juga menganjurkan untuk mudahkan urusan orang lain, agar Allah memudahkan urusan kita. Ini fondasi utama pelayanan publik.

Apa langkah menyerahkan SK saja cukup?

Bukan soal cukup, saya bisa melakukan apa untuk membenahi birokrasi tanpa harus menunggu anggaran untuk bisa melakukan. Maka saya gerakkan semua potensi untuk memastikan Kenaikan Pangkat TMT 1 Oktober diterima ASN tanpa berlama-lama dalam pengurusan, juga tanpa berhadapan lagi dengan oknum yang berpotensi melakukan pungutan.

Berikutnya, agar ASN bisa memberi pelayanan yang bagus, saya menggerakkan Aksi BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau) yang diminta pimpinan.

Dari mana dimulai aksi BEREH?

Kami sudah lakukan di Lingkungan SKPA melalui Aksi B. R. I Hijau. Kini, diperluas menjadi aksi yang juga dijalankan di kecamatan. Besok, saya akan ajak seluruh camat dan Sekda kota/kabupaten untuk mengajak menjalankan aksi BEREH di kanto kecamatan, sikula, pukesmas, dll. Besok saya akan paparkan temuan, dan mengajak semua untuk melakukan sesuatu yang berguna. Apa itu, tunggu saja besok ya.

Apa relevansi soal kinerja ASN dalam hal pelayanan dengan Aksi BEREH?

Aksi BEREH bisa menjadi bukti atau indikator apakah ASN bisa mengurus diri mereka sendiri, lingkungan kerja mereka sendiri atau tidak. Jika mereka tidak mampu urus diri sendiri, lingkungan sendiri bagaimana mau bereh urus rakyat? Ini tantangan saya, memastikan ASN berubah agar citra ASN kembali pulih. [adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here