Dari Jakarta, sebuah Surat Edaran Mendagri benar-benar beredar di Aceh, dalam bentuk buah bibir (bubir) alias peh tem.

Puncaknya, berkat “gerilya” sosialisasi awal dikalangan terbatas, akhirnya, Surat Edaran Mendagri Nomor 480/3502/SJ dan 480/3503/SJ¬†itu memunculkan judul warta yang mengesankan bahwa pihak Pemerintah Aceh segera tunjuk Juru Bicara baru.

Hasil kerja “gerilya” seseorang itu, sukses menghadirkan cakap-cakap cukeh dan analisis, termasuk dari sosok idealis. Maka, kupasan kelemahan tidak terelakkan, dan beberapa nama yang disebut layak jadi calon, berdebar-debar pula menanti kabar kebenaran.

Padahal, Aceh lebih dahulu menindaklanjuti dasar Surat Edaran itu, yaitu Permendagri Nomor 13 Tahun 2011, yang memang membentuk atau menetapkan juru bicara di lingkungan Pemerintah Daerah. Dua lagi, satu dari “orang dalam,” Pemerintah Aceh, dan satunya lagi dari “orang luar”.

Penunjukan dua orang itu bisa dibilang sisi kecakapan nakhoda Pemerintah Aceh. Buktinya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo¬†dalam Pertemuan Pejabat Kehumasan Tahun 2019, di Ruang Rapat Utama Lantai 3 Gedung A Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jum’at (17/5/2019) mengatakan bahwa Jubir boleh dari kalangan Humas, dan boleh juga menunjuk orang lain, terlepas apapun jabatan yang diembannya.

Jadi, terbilang Januari 2018 Gubernur Aceh sudah menindaklanjuti suruhan Permendagri 13 Tahun 2011, yang kini diserukan kembali oleh Mendagri melalui surat edarannya. Memang, Aceh selalu lebih cepat.

Jadi, surat edaran itu bukan perintah Mendagri untuk mengevaluasi lalu mengambil tindakan melanjutkan atau mengganti dengan Juru Bicara Baru, setelah meminta evaluasi terbuka dari publik. Sampai di sini, yang melakukan “gerilya” informasi ketahuan motifnya.

Aceh, memang lebih cepat memulai, tapi sayangnya terkadang, juga lebih cepat bak peureuloh, termasuk dengan cara rungkhom meurungkhom. Dan, salah satu cakap yang teukeujot yang memperlihatkan tanda berhasil jadi ajang meurungkom soal Jubir Baru adalah kriteria yang bisa berkomunikasi dengan presiden.

Dok ta khem!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here